istri firaun
Manusia tidak pernah mampu mengenali dirinya sendiri dan tidak tahu tujuan hidupnya. Padahal manusia memiliki potensi untuk mencapai tingkat dan maqam tertinggi. Batas perjalanan manusia tidak mengenal akhir, sebab batas tertinggi perjalanan manusia adalah peringkat "di Sisi Allah" di sisi Allah banyak limpahan anugrah yang akan dicurahkan kepada manusia.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada hari kiamat, sebagian hamba Allah menuju ke surga dan surga mereka adalah "di Sisi Allah".

Ketika firaun memberikan perintah untuk menyalib istrinya, Asiyah, wanita mulia ini selalu berucap dan terus bermunajat kepada Allah swt. Al Qur an mengisahkan:

Dia (istri Firaun) berkata, "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (al-Tahrim: 11)

Seakan-akan istri Firaun berkata, "Ya Allah, bagiku, hidup  bersama Firaun dan berada di istananya bagaikan hidup dalam penjara. Aku adalah istri Firaun, istri raja Mesir yang menguasai segalanya. Akan tetapi, aku ingin Engkau memberikan tempat untukku di Surga. Bukan surga yang jauh dari-Mu yang ku minta, namun, surga yang berada di sisi-Mu. Dan jika surga itu tidak berada di Sisi-Mu, maka aku tidak menghendakinya. Sebab, berada di surga yang jauh dari-Mu sama halnya dengan hidup dalam penjara"

Surga yang  jauh dari Allah, bagi hamba-hamba Allah, bagaikan penjara dan neraka jahanam.

Rasulullah saw bersabda, "Pada malam Isra Mikraj, saya melihat tempat dan kedudukan hamba-hamba Allah dalam surga. Saya melihat istana megah yang terbuat dari butiran intan dan mutiara. Istana itu lebih besar daripada dunia. Kemudian diwahyuhkan kepadaku, 'Hai Muhammad, istana ini diperuntukkan bagi hamba yang mengenali-Ku. Hai Muhammad, setiap hari sebanyak 70 kali aku memandangi hamba-hamba-Ku ini. Dan pada setiap pandangan Aku melimpahkan anugerah kepada mereka, dan setelah itu Aku berfirman: Wahai hamba-hamba-Ku biarkanlah penghuni surga tenggelam dalam kenikmatan dan kebahagiaan mereka. Adapun kenikmatan kalian adalah berdialog dengan-Ku dan Aku berdialog dengan kalian'"

Istri Firaun mengetahui apa yang terdapat di sisi Allah dan dia mengenal pula dirinya sendiri. Oleh karena itu dia tidak merasa puas dengan sesuatu yang kurang. Dia tidak merasa senang tinggal di surga. Baginya, surga bukanlah puncak kebahagiaan. Puncak kebahagiannya ialah dekat dengan Tuhan yang dicintainya.

Post a Comment

Budayakan membaca sebelum berkomentar

Previous Post Next Post