Searching...

23 Desember 2012

Hukum Pernikahan Beda Agama (islam dan non muslim)

Hukum pernikahan beda agama, atau biasa juga dikenal dengan pernikahan lintas agama. Selalu menjadi polemik yang cukup kontroversial dalam masyarakat, khususnya negara yang memiliki berbagai macam penduduk dengan agama yang berbeda-beda.

Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbanyak di seluruh dunia, namun tetap saja sering muncul pertanyaan menyangkut perihal pernikahan. Bolehkah seorang muslim menikahi seorang yang non muslim jika boleh, bagaimana islam menyikapi hal tersebut?

Mari kita lihat dari dua sudut pandang pada hukum pernikahan berbeda agama ini terlebih dahulu. Pernikahan beda agama, dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan pasangan yang menikah, yaitu:
seorang laki-laki muslim menikahi perempuan dan sebaliknya, seorang muslim perempuan yang menikahi seorang laki-laki yang non muslim, pembagian ini dilakukan karena hukum di antaranya masing-masing berbeda. Bagaimanakah hukumnya dalam islam?
pernikahan beda agama


Hukum seorang laki-laki muslim menikahi perempuan non muslim (beda agama)

Pernikahan seorang lelaki muslim menikahi seorang yang non muslim dapat diperbolehkan, tapi di sisi lain juga dilarang dalam islam, untuk itu terlebih dahulu sebaiknya kita memahami terlebih dahulu sudut pandang dari non muslim itu sendiri.

1. laki-laki yang menikah dengan perempuan ahli kitab (Agama Samawi), yang dimaksud agama samawi atau ahli kitab disini yaitu orang-orang (non muslim) yang telah diturunkan padanya kitab sebelum al quran. Dalam hal ini para ulama sepakat dengan agama Injil dan Taurat, begitu juga dengan nasrani dan yahudi yang sumbernya sama. Untuk hal seperti ini pernikahannya diperbolehkan dalam islam. Adapun dasar dari penetapan hukum pernikahan ini, yaitu mengacu pada al quran,  Surat Al Maidah(5):5,

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

2. Lelaki muslim menikah dengan perempuan bukan ahli kitab. Yang dimaksud dengan non muslim yang bukan ahli kitab disini yaitu kebalikan dari agama samawi (langit), yaitu agama ardhiy (bumi). Agama Ardhiy (bumi), yaitu agama yang kitabnya bukan diturunkan dari Allah swt, melainkan dibuat di bumi oleh manusia itu sendiri. Untuk kasus yang seperti ini, maka diakatakan haram. Adapun dasar hukumnya yaitu al quran al Baqarah(2):221

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Perempuan muslim menikah dengan laki-laki non muslim.

Dari al quran al Baqarah(2):221 sudah jelas tertulis bahwa:

"...Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman..."

Pernikahan seorang muslim perempuan sudah menjadi hal mutlak diharamkan dalam islam, jika seorang perempuan tetap memaksakan diri untuk menikahi lelaki yang tidak segama dengannya, maka apapun yang mereka lakukan selama bersama sebagai suami istri dianggap sebagai perbuatan zina.

Kesimpulannya:
Seorang laki-laki muslim boleh menikahi perempuan yang bukan non muslim selama perempuan itu menganut agama samawi, apabila lelaki muslim menikahi perempuan non muslim yang bukan agama samawi, maka hukumnya haram.
Sedangkan bagi perempuan muslim diharamkan baginya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak seiman.

53 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. untuk dalil yang disebutkan pada keterangan ayat Al Baqarah (2) : 222, perlu diperbaiki, karena yang benar adalah Al Baqarah (2) : 221.

    BalasHapus
  3. Terimakasih sudah mengingatkan.. sungguh artikel ini menjadi lebih berguna karena adanya orang-orang yang begitu memperhatikan seperti Anda.. sekali lagi terimakasih @windy

    BalasHapus
  4. Ahli Kitab mnrut Al-Qur'an adl Nasrani dan Yahudi yg mnrima Injil dan Taurat,. Kalau Injil dan Taurat skrg sudah mengalami PERUBAHAN /TIDAK ASLI apakah org2 Kristen,Nasrani,Yahudi skrg tetap d katakan Ahli Kitab ???

    BalasHapus
  5. Mereka tetap saja sebagai ahli kitab, ada pun perubahan yang dilakukan, karena ada beberapa hal yang masih belum jelas sehingga mereka memperjelasnya dengan opini mereka sendiri. Namun, sepertinya hal ini sudah bisa d perkirakan sebelumnya sehingga hanya laki laki muslim yang boleh menikahi perempuan ahli kitab.. bukan sebaliknya.. @KaNaya aYa

    BalasHapus
  6. Hukum Pernikahan beda Agama tidak syah, dan pelakunya sama dengan melakukan Zinah Jariyah

    BalasHapus
  7. alhamdulilah kawan terima kasih

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah..sngatlah bermanfaat buat saya..karena sma sprti apa yg saya alami

    BalasHapus
  9. Yang dimaksud ahli kitab adalah orang nasrani yang masih betul-betul murni atau asli ahli kitab, saya rasa di dunia ini sudah tidak ada ahli kitab yang betul-betul murni dan asli ahli kitab, nasranisekarang kan sudah menyimpang dari ajaran injil yang sebenarnya, jadi bagaimanapun alasannya seorang muslim dilarang menikah dengan seorang non muslim, faham?

    BalasHapus
  10. Kalau perubahannya oleh Alloh,berarti syah disbt sdgi kitab yang diturunkan Alloh,penganutnya bisa disebut Ahli Kitab. Namun bila perubahannya dilakukan oleh manusia,ya termasuknya bukan agama samawi lagi,tapi agama bumi,berarti,bukan ahli kitab. dan satu2 kitab yang telah dirubah dan disepurnakan oleh Alloh yang diturunkan ke bumi ya Al-Quran.

    BalasHapus
  11. janganlah suka melakukan pembenaran2 sendiri tanpa dalil yang jelas dan pasti hanya karena bermaksud mempermudah diri mencapai keinginan pribadi.Presiden RI sekarang Sby,ya ikuti aturan mainnya Sby,tdk mungkin mengikuti aturan main Soekarno. Dan,nabi terakhir adalah Muhammad SAW,ya ikuti petunjuknya yg dlm bentuk Al-Quran dan Hadist...bukan petunjuk yg sblmnya. Toh semua petunjuk dr Nabi Muhammad sdh merangkum semua petunjuk dr semua Nabi pendahulunya....

    BalasHapus
  12. Terimakasih untuk masukannya... blog ini bisa lebih bermanfaat dengan adanya masukan masukan seperti ini @Anonim

    BalasHapus
  13. Kami menyarankan agar umat muslim mengikuti apa yang Umar Bin Khatab anjurkan mengenai pernikahan beda agama. Yaitu didapatkan kondisi di mana tidak ada satu pun lawan jenis yang berkeyakinan sama pada suatu daerah, maka pernikahan antar beda agama (agama samawi)/ ahli kitab baru boleh dilaksanaan karena ditakutkan menyebabkan tindak berzinaan

    BalasHapus
  14. pernikahan islam dgn nonmuslim haram hukumnya.
    sebab zaman seakrang para ahli kitab sudah tidak ada, ini diseabbkan karena kitab injil dan taurat sangatlah menyimpang isinya dibandingkan dengan sebelum turunnya Al-qur'an.
    dan sudah jelas2 fatwa MUI bahwa pernikahan muslim dengan non muslim diharamkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf, bisa dijelaskan fatwa MUI yv mana?

      Hapus
  15. Terima kasih atas informasinya, pertanyaan saya zaman sekarang masih berlaku tidak hukum menikahi wanita beragama samawi? tolong dijelaskan lagi

    BalasHapus
  16. silahkan http://www.islamnyamuslim.com/2013/06/menikah-dengan-perempuan-ahli-kitab.html @indra kurniawansyah

    BalasHapus
  17. di ayat ini dikisahkan dmna masa transisi umat dijaman itu, dri masih adanya umat2 yg beloom mengenal al qur'an, maka yg dimaksud wanita2 pemegang alkitab (kitab suci) adalah wanita2 yg menganut aturan agama Allah (dijaman itu taurat, taurat dsni adalah aturan agama yg diperintahkan menyembah Allah/ dan sujud ketika beribadah, sperti shalat).. brti org2 pemegang alkitab ini tdk berbeda layaknya org muslim, sama2 bersujud dihadapan Allah.. nah, klo dibandingkan dgn jaman skrg, alkitab (injil/taurat) ini sudah tdk berlaku, krna sudah tidak ada lgi urg2 ygg memegang al kitab tadi scara benar, terbukti berbedanya aturan2 yg dilakukan oleh org2 yg katanya memegang alkitab tdi (pemegang injil).. jdi intinya,, kisal ayat ini menceritakan org2 dijaman itu, bukan buat dicontoh org dijaman skerang, mohon di tafsir yg bner2,, jgn salah2 tafsir,, krna beda agama itu jelas2 haram,,

    sama dgn ibarat:
    saya punya anak, klo mau sya skolahkan, pastilah ke sekolah yg saya "yakin" baik, bagus.. krna itu adalah anak saya, dan menjadi tanggung jawab saya,, jika sya ada punya istri sya hendaklah membelikan dia harta dan makanan yg baik dan halal jg,, krna dia istri sya dan tanggung jawab saya..
    tpi jika dia istri ato anak org lain,, maka itu bukan hak sya mengaturnya, krna itu tanggung jawab org lain.. maka artinya, seseorang yg jadi tanggung jawab saya hendaklah sya berikan yg terbaik dan yg paling bnar menurut sya..

    bgtu jg dgn agama,, sya menganggap islam paling bnar, maka apakah pantas memberikan agama yg berbeda kpada anak/ istri sendiri?? klo saya, tentu memberikan agama yg menurut saya paling bnar,, (entahlah bagi org2 yg menganggap smua agama sama)

    maka kesimpulan saya meniikah beda agama itu diharamkan, krna ibarat tdk memiliki keyakinan terhadap agama yg dianut,dan menmganggap smua agama sama.. padahal agama itu berbeda,, knapa berbeda? krna aturannya saja dah berbeda.. apa munkin tuhannya sama tpi aturan beda2?? mending pilih yg paling mudah aja kan..makanya kebenaran agama poun ber beda2, dan islamlah yg paling benar.


    itulah mengapa menikah beda agama diharamkan di islam,, krna seolah tdk memiliki keyakinan terhadap kebenaran aturan yg diberikan oleh Allah..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.. logisnya memang demikian.. Ayat yg dimaksud perlu ditelusuri azbabun nuzul nya.. Namun untuk statement "agama Islam agama yang 'paling' benar" mgk maksudnya adalah "agama Islam yang benar" ..

      Hapus
  18. Sesungguhny semua agama itu baik. ada 25 nabi yang harus di akui oleh semua umat beragama. Tuhan selalu mengajarkan yang baik2 dan yang penuh kasih. Kenapa manusia yang ciptaan Tuhan malah membuat perpecahan dan mengkotak2 kan pendapatnya masing2 yang sehingga membuat aturan2 sendiri.
    Bukan lah Allah mengajarkan kasih terhadap siapa saja. Orang yang wawasan luas tentu dia tidak akan fanatik terhadap agama apapun, JUSTRU orang yang CETEK wawasan agamanya pasti akan berbuat aturan dan mengkotak kotak kan apa yang ilmu nya belom luas.
    JADI sebagai manusia yang Mulia di hadapan Allah, hendaklah kita hidup di dunia ini dengan Teladan Allah yang penuh kasih dan peduli terhadap sesama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah jelas di Qur'an dan sudah terbukti mas, hanya Islam yang baik..

      Hapus
    2. Jangan-jangan si mas agamanya banyak di KTP..,

      Hapus
  19. Saya wanita muslim,sedangkan pasangan sayang non-muslim yg kuat dengan agamanya.
    Namun dia selalu mengingatkan saya untuk rajin beribadah.
    Jika saya menikah dengannya,apakah tetap dosa? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat ini anda baru pacaran...coba nanti setelah nikah....lain ceritanya...

      Hapus
    2. Hanya Islam yg ga pandang jumlah pengikut mba, "bagimu agamamu, bagiku agamaku" "tidak ada paksaan dalam Islam" dan doa sahabat "Ya Allah, jadikanlah hamba termasuk golongan orang-orang yang sedikit" , kalo yg lain, ajakan gabung/missionaris yg utama, makin banyak pengikutnya merasa makin dianggap benar, jd makin banyak penghasilan organisasi atau tokoh agamanya. Jadi ya berbagai cara dilakukan termasuk lewat perkawinan.

      Hapus
    3. Sama aja kaya nasihat rajin belajar yang keluar dari mulut seorang pemalas.

      Hapus
  20. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman(al baqarah :221) tentu saja hukumnya haram sudah jelas tertulis dalam al quran, tidak peduli apakah ia selalu menyuruh Anda untuk taat beribadah, namun seorang laki laki kelak akan menjadi pemimpin dalam keluarga hanya boleh dari golonganmu (muslim) bukan dari agama lain @Yolanda Haryanto

    BalasHapus
  21. nikah beda agama haram hukumnya mas bro....= ZINA....admin membuat pembenaran sendiri..!!
    jika saya islam istri saya non islam...bagaimana saya bisa di sebut imam keluarga kalau gk bisa didik isrinya dengan hukum hukum islam....saya jadi munafik dong mas bro...???

    BalasHapus
  22. terima kasih ajarannya

    saia muslim pernah pacaran sama wanita non muslim tp saia tinggalkan dia karna tidak seagama

    sekarang saia mulai ngerti makasih pak/ibu menggajarin tentang ini kepada saia

    BalasHapus
  23. mohon d kaji ulang sebab ini d jadikan panduan untuk kehidupan anak cucu kita nanti.., lbh rinci dan teliti tanyakan pada HABIB-KYAI-USTADZ-ALIM ULAMA,, jangan sampai anak cucu kita terjerumus dlm kenistaan, dalam pernikahan.sukron

    BalasHapus
  24. "Barang siapa yang mengartikan Al Quran hanaya dengan pendapatnya atau dengan dasar yang ia tidak mengetahuinya , maka tempatnya adalah neraka " (HR. Tirmidzi,An Nasai)

    BalasHapus
  25. untuk hukum secara agama mungkin bisa di jalankan tp dalam hukum secara negara itu yang kadang susah juga karena di Indonesia tidak di perbolehkan menikah dengan agama yang berbeda.Bagaimana anda menanggapinya untuk masalah ini..Mohon opininya.Terima Kasih.

    BalasHapus
  26. Diperlukan adanya penjelasan yang bersift lebih kontempores atau kekinian. Dengan pertanyaan apakah benar agama samawi seperti Nasrani, Yahudi dan Muslim masih sama kitab sucinya seperti pertama kali dia turun. Hanya Qur'an yang masih otentik dan tidak mengalami
    perubahan. Sedangkan dua kitab lainnya telah mengalami banyak perubahan. Jadi jika kita berdasar pada ahli kitab. Pertanyaannya ahli kitab yang mana yang dimaksud dalam Al-Quran. Apakah ahli kitab dengan kitab yang asli atau ahli kitab pengikut Kitab yang
    telah mengalami banyak perubahan. Jadi dalam memahami Al-Qur'an tidak bisa leterlek
    pada kontekstual ayat semata. Tetapi juga diperlukan perangkat ilmu lainnya yang bersifat lebih kontemporer. semoga penjelasan ini dapat menjadi masukkan.

    BalasHapus
  27. Ustadz Ahmad Yani: Tidak Sah Menikah Beda Agama
    Rasulullah saw bersabda: Wanita dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, kemuliaannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah karena agamanya maka engkau akan beruntung.“ ( HR Bukhari dan Muslim ).

    Berdasarkan hadits tersebut, faktor yang amat mendasar dalam Islam adalah aqidah atau tauhid (yakni mengakui Allah swt sebagai Tuhan, beriman dan taat kepada-Nya). Bila seseorang menikah dengan orang kafir, musyrik atau non muslim, bagaimana hal ini bisa berjalan menurut syariat Islam. Sebab, tidak mungkin ada titik temu antara akidah tauhid murni dan akidah musyrik, penyembah berhala, atau yang tidak mempercayai adanya Tuhan sama sekali. Karena itu, Allah swt tidak membenarkan adanya pernikahan antara muslim dan non muslim sehingga bila itu tetap dilakukan menjadi tidak sah.

    Allah swt berfirman: “Dan, janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu. Dan, janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.“ ( QS al-Baqarah [2]: 221) .

    Namun muncul pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan dibolehkannya menikah dengan wanita ahli kitab? Allah swt berfirman: “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Alkitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Alkitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak ( pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.“ (QS al-Maidah [5]: 5).

    Dikatakan Ahmad Yani, pada dasarnya laki-laki muslim memang dibolehkan menikah dengan wanita Ahli Kitab yang memang beriman kepada Allah swt sebagai Tuhan. Namun, itupun harus memperhatikan syarat-syarat yang mesti dipenuhi agar ia dapat menikahi. Ia harus perempuan baik-baik yang menjaga kehormatannya bukan perempuan yang memerangi dan memusuhi Islam dan tidak ada fitnah.

    Dalam konteks sekarang, kata Ahmad Yani, menjadi perdebatan besar apakah orang kristen yang sekarang benar-benar ahli kitab yang tidak kafir kepada Allah swt, ataukah mereka itu memang kafir dari kalangan ahli kitab. Maka, agar selamat dan demi kehati-hatian, lebih baik seorang Muslim tidak menikahi perempuan ahli kitab karena sulitnya untuk memenuhi syarat-syaratnya dan karena banyaknya mudarat yang akan timbul karena perkawinan beda keyakinan tersebut. Karena itu, Rasulullah saw dalam hadits di atas menekankan menikahi Muslimah saja yang baik agamanya dan shalihah.

    “Karena itu, pernikahan orang yang berbeda agama haram hukumnya dan tidak sah. Hal itu juga sesuai dengan fatwa MUI dalam Musyawarah Nasional II pada 1980 yang mengharamkan pernikahan beda agama karena mafsadah (keburukan) nya lebih besar dari manfaatnya.”

    Bila orang kafir mau menikah dengan orang Islam, hendaknya didahului dengan masuk Islam terlebih dahulu, maka nikahnya sah yang memang dilakukan secara Islam, namun bila ternyata ia murtad, pernikahannya itupun menjadi batal demi hukum, sebagaimana anak yang murtad tidak mendapat hak waris dari ayah muslim yang meninggal. Begitu juga suami yang wafat otomatis pernikahannya menjadi cerai dan sang janda boleh menikah dengan lelaki lain sesudah habis masa iddahnya, meskipun suaminya tidak menceraikannya. Wallahu a’lam bish shawab

    BalasHapus
  28. saya mau nanya apakah boleh seorang laki2 muslim menikahi seorang perempuan non muslim di mata hukum negara kita negara indonesia tercinta. terima kasih

    BalasHapus
  29. assalamu'alaikum....saya hanya ingin komen aja...
    dilihat dari surah Al Maidah ayat 5 laki2 muslim menikahi wanita ahli kitab memang diperbolehkan.....
    tapi coba klo digabungkan surat Al Maidah ayat 5 dan surah Al Baqarah ayat 221 ......
    dari dua ayat tersebut bisa disimpulkan bahwa laki2 muslim boleh menikah dengan perempuan ahli kitab dan tidak musrik......
    pertanyaannya .....
    apakah ajaran Al Kitab yang sekarang ini mengandung kemusrikan?......ya atau tidak
    jadi.....kalau jawabannya iya.... jelas laki2 muslim tidak boleh menikah dengan wanita Ahli Kitab
    kalau jawabannya tidak....jelas pula laki2 muslim boleh menikah dengan perempuan Ahli Kitab......

    BalasHapus
  30. Benar.....dan sangat jelas sekali dalam Quran. Sedih sekali hanya karena alasan cinta pada manusia hingga mencari-cari alasan demi nafsu........ Astaghfirullah.

    BalasHapus
  31. Yang mana Injil yang mengalami perubahan itu? mohon penjelasan.

    BalasHapus
  32. Agama samawi itu yang dari Allah ya? Berarti hanya islam? Saya kurang paham. Betul ya skrg nasrani sudah tidak murni ajaran Nabi Isa tp ajaran paulus ya?. Hmmm (ilmanmuttaqin.student.ipb.ac.id)

    BalasHapus
  33. Bagus sekali artikelnya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

    BalasHapus
  34. M TOHAR RUSYADI22 Maret 2014 20.56

    221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

    BalasHapus
  35. Nampakanya harus lebih di kaji lebih dalam mengenai permasalahan ini,,
    memang benar, umat islam khususnya laki2 menikahi seorang wanita non muslim (ahli kitab).
    tapi yg hrus diingat disini adalah ajaran mereka sudah diubah dari aslinya,,,Taurat maupun Injil asli, mengajarkan keTauhidan terhadap Allah, tpi skrang kenyataannya berbeda.
    atas dsar itulah sya menyimpulkan bahwa pernikhan beda agama diharamkan dalam Islam

    BalasHapus
  36. wanita muslimah menikah dengan pria protestan (tapi muallaf) , kalo menikah hukumnya haram kah??/
    mohon penjelasannya ,, terimakasih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pria protestan tapi muallaf? Ya berarti boleh dong, kan laki-lakinya sudah jadi muallaf = sudah masuk Islam. Yang tidak boleh itu jika muslimah menikah dengan laki-laki non muslim

      Hapus
  37. wow...aku tercengang...antum salah mengartikan ahlul kitab..yang dimaksud ahlul kitab adalah pengikut nabi-nabi sebelum Muhammad saw, yang menjalankan ajaran agama Allah SWT yang diturunkan terhadap nabi-nabi mereka dan mengimani kitab2 yang diturunkan kepadanya, mereka tetap menganggap bahwa Allah itu esa dan tidak menduakannya..mungkin antum lupa kalau hukum mendukan Allah adalah 'kafir"..Abubakar as'sidiq berkata.."Jangan sekali-kali kamu menikahi wanita-wanita yang menggap bahwa Isa (as) adalah anak Allah..sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan yang keji..",

    Kaum nasrani di Indonesia bukan dari golongan ahlul kitab, tapi mereka dari golongan 'kafir' yang menduakan bahkan menigakan Allah swt

    BalasHapus
  38. pada tanggal 31 maret 2013 sudah di dingatkan tentang kesalahan dalil Al-Baqarah (2) 222 menjadi 221. tapi sampai sekarang bulan september 2014 masih belum di perbaik... tolong segera di perbaiki...

    BalasHapus
  39. mas gua mau nanya.saya pacaran dengan cewe non muslim tapi dia niat ingin masuk agma islam sedangkan orang tuanya masih agama non muslim. itu sya mesti pertahankan atau di tnggalkan ??? tolong di balas mas. makasih

    BalasHapus
  40. http//pranaleny.com23 Oktober 2014 11.24

    Alhaam duulila trima kasih yah, atas penjelasa mu, jalan ku kini jadi terang........Sama halnya seperti saya.

    BalasHapus
  41. Sy wanita muslim,sdh menikah.dl ktk sy menikah dngn pria non muslim dia msk islm,nmn seiring wktu dia kmbli msk ke agama nya kmbli,apa kah pernikahan km mshsah secr agama,bgi mn hkm nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal yang seperti ini tidak diperbolehkan, itu sama saja dengan mempermainkan agama Allah swt

      Hapus