Searching...

05 Desember 2012

Makna Huruf Hijaiyah


Huruf Hijaiyah merupakan huruf penyusun kata dalam Al Qur an. Seperti halnya di Indonesia yang memilki huruf alfabet dalam menyusun sebuah kata menjadi kalimat, huruf hijaiyah juga memiliki peran yang sama.

Makna huruf Hijaiyah, dapat diketahui jelas dalam sebuah riwayat. Hakim al-Jarjani meriwayatkan dari sanad Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

seorang laki-laki Yahudi mendatangi Rasulullah saw seraya bertanya, "Apa makna huruf hijaiayah?"

Rasulullah berkata kepada Imam Ali, "Jawablah pertanyaannya wahai Ali!" Kemudian Rasulullah saw berdoa, "Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan batulah dia." Amirul Mukminin Ali berkata, "Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah"
beliau melanjutkan:
Alif: Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia maha hidup, Maha mandiri dan Mahakuasa.

Ba`: al-Baqi (Yang Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.

Ta`: al-Tawwab (Yang Maha Penerima taubat) dari hamba-hambanya.

Tsa`: al-Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.

Jim : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi pujian-Nya), kesucian-Nya dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.

huruf hijaiyahHa: al-Haq, al-Hayyu, wa al-Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).

Kha: al-Khabir (Yang Mahatahu) dan maha melihat. Sesungguhanya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.

Dal: Dayyanu yaumi al-din (Yang Mahakuasa di hari pembalasan).

Dzal: Dzu al-Jalal wa al-ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)

Ra: al-Rauf (Mahasayang). Dialah pengasih dan Mahapenyayang.

Zai: Zainul Ma`budin (Kebanggan para hamba).

Sin: al-Sami` al-Bashir (Mahadengar dan Mahalihat)

Syin: Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).

Shad: al-shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji dan memberikan ancaman. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.

Dhad: al-Dhar wa al-Nafi (Yang Menangkal bahaya dan Mendatangkan manfaat)

Tha': al-Thahir wa al-Muthahhir (Yang Mahasuci dan Menyucikan)

Dha`: al-Dhahir (Yang tampak dan Menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya)

`Ain: al-`Alim (Yang Mahatahu) atas hamba-hamba-Nya dan segala sesuatu.

Ghain: Ghiyats al-Mustaghitsin (Penolong bagi orang-orang yang meminta pertolongan) dan Pemberi perlindungan di setiap masa dan tempat.

Kaf: al-Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi setiap mahkluk di setiap tempat dan waktu, tiada suatu yang serupa dengan-Nya dan tidak ada yang mampu menandingi-Nya.

Lam: Lathif (Maha Lembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan kelembutan yang tersembunyi.

Mim: Malik al-dunya wa al-akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).

Nun: Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang yang beriman.

Waw: al-Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung.

Haa`: al-Hadi (Maha Pemberi petunjuk) bagi mahkluk-Nya. Dialah yang telah menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.

Lam alif: lam tasydid dalam lafadz "Allah" untuk menekankan kekuasaan Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Ya`: Yadullah basithun Lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi mahkluk). Maksudnya, kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan keberadaan di setiap waktu dan ruang.

Rasulullah saw bersabda, "Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya."

Dalam riwayat juga dijelaskan bahwa Yahudi tersebut memeluk islam setelah mendengarkan penjelasan tersebut dari Imam Ali bin Abi Thalib.

2 komentar:

  1. nice :)
    izin copas dan menjadikan tulisan ini sebagai referensi di penulisan saya yaaa..
    TERIMAKASIH.. :)

    BalasHapus
  2. Mengapa "fa"," Qaf", dan Hamzah tidak tersebut ???

    BalasHapus