Searching...

27 Desember 2012

Pembagian Harta Waris dalam Islam

Harta waris, merupakan harta yang diberikan dari orang yang telah meninggal kepada orang-orang terdekatnya seperti keluarga dan kerabat-kerabatnya.

Pembagian harta waris dalam islam telah begitu jelas diatur dalam al qur an, yaitu pada surat An Nisa. Allah dengan segala rahmat-Nya, telah memberikan pedoman dalam mengarahkan manusia dalam hal pembagian harta warisan. Pembagian harta ini pun bertujuan agar di antara manusia yang ditinggalkan tidak terjadi perselisihan dalam membagikan harta waris.

Harta waris dibagikan jika memang orang yang meninggal meninggalkan harta yang berguna bagi orang lain. Namun, sebelum harta waris itu diberikan kepada ahli waris, ada tiga hal yang terlebih dahulu mesti dikeluarkan, yaitu peninggalan dari mayit:

1. Segala biaya yang berkaitan dengan proses pemakaman jenasa;
2. Wasiat dari orang yang meninggal; dan
3. Hutang piutang sang mayit.

Ketika tiga hal di atas telah terpenuhi barulah pembagian harta waris diberikan kepada keluarga dan juga para kerabat yang berhak.

Pembagian Harta Waris dalam Islam

harta waris
Adapun besar kecilnya bagian yang diterima bagi masing-masing ahli waris dapat dijabarkan sebagai berikut:

Pembagian harta waris dalam islam telah ditetukan dalam al qur an surat an nisa secara gamblang dan dapat kita simpulkan bahwa ada 6 tipe persentase pembagian harta waris, ada pihak yang mendapatkan setengah  (1/2), seperempat (1/4), seperdelapan (1/8), dua per tiga (2/3), sepertiga (1/3), dan seperenam (1/6), mari kita bahas satu per satu

Pembagian harta waris bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris separoh (1/2):

1. Seorang suami yang ditinggalkan oleh istri dengan syarat ia tidak memiliki keturunan anak laki-laki maupun perempuan, walaupun keturunan tersebut tidak berasal dari suaminya kini
(anak tiri).

2. Seorang anak kandung perempuan dengan 2 syarat: pewaris tidak memiliki anak laki-laki, dan anak tersebut merupakan anak tunggal.

3. Cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki dengan 3 syarat: apabila cucu tersebut tidak memiliki anak laki-laki, dia merupakan cucu tunggal, dan Apabila pewaris tidak lagi mempunyai anak perempuan ataupun anak laki-laki.

4. Saudara kandung perempuan dengan syarat: ia hanya seorang diri (tidak memiliki saudara lain) baik perempuan maupun laki-laki, dan pewaris tidak memiliki ayah atau kakek ataupun keturunan baik laki-laki maupun perempuan.

5. Saudara perempuan se-ayah dengan syarat: Apabila ia tidak mempunyai saudara (hanya seorang diri), pewaris tidak memiliki saudara kandung baik perempuan maupun laki-laki dan pewaris tidak memiliki ayah atau kakek dan katurunan.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris seperempat (1/4):
yaitu seorang suami yang ditinggal oleh istrinya dan begitu pula sebaliknya

1. Seorang suami yang ditinggalkan dengan syarat, istri memilki anak atau cucu dari keturunan laki-lakinya, tidak peduli apakah cucu tersebut dari darah dagingnya atau bukan.

2. Seorang istri yang ditinggalkan dengan syarat, suami tidak memiliki anak atau cucu, tidak peduli apakah anak tersebut merupakan anak kandung dari istri tersebut atau bukan.

Pembagian harta waris bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris seperdelapan (1/8): yaitu istri yang ditinggalkan oleh suaminya yang memiliki anak atau cucu, baik anak tersebut berasal dari rahimnya atau bukan.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris duapertiga (2/3):

1. Dua orang anak kandung perempuan atau lebih, dimana dia tidak memiliki saudara laki-laki (anak laki-laki dari pewaris).

2. Dua orang cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki dengan syarat pewaris tidak memiliki anak kandung, dan dua cucu tersebut tidak mempunyai saudara laki-laki

3. Dua saudara kandung perempuan (atau lebih) dengan syarat pewaris tidak memiliki anak, baik laki-laki maupun perempuan, pewaris juga tidak memiliki ayah atau kakek, dan dua saudara perempuan tersebut tidak memiliki saudara laki-laki.

4. Dua saudara perempuan seayah (atau lebih) dengan syarat pewaris tidak mempunyai anak, ayah, atau kakek. ahli waris yang dimaksud tidak memiliki saudara laki-laki se-ayah. Dan pewaris tidak memiliki saudara kandung.

Pembagian harta waris dalam Islam bagi orang-orang yang berhak mendapatkan waris sepertiga (1/3):

1. Seorang ibu dengan syarat, Pewaris tidak mempunyai anak atau cucu laki-laki dari keturunan anak laki-laki. Pewaris tidak memiliki dua atau lebih saudara (kandung atau bukan)

2. Saudara laki-laki dan saudara perempuan seibu, dua orang atau lebih dengan syarat pewaris tidak memiliki anak, ayah atau kakek dan jumlah saudara seibu tersebut dua orang atau lebih.

Baca juga Hak Waris Bagi Perempuan

31 komentar:

  1. Kita lebih cepat paham kalau ada ilustrasi dengan beberapa contoh pembagian harta waris

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas penjelasan cara pembagian harta waris.

    BalasHapus
  3. pentng gitu harta waris?

    BalasHapus
  4. Sebaiknya dikasih contoh agar kita gampang mencernanya...Misalnya bgni : seseorang meninggal dan meninggalkan harta warisan sejumlah Rp 600 juta.ahli waris adalah 2 orang anak laki-2 dan 4 orang anak perempuan..tentuka agian masing-2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Laki-laki mendapat 2 bagian dari perempuan.
      Agar mudah maka laki2 dianggap menjadi 2 perempuan sehingga ada 8 bagian.

      600 juta / 8 = 75 juta

      2 anak laki-laki masing-masing 2x75 juta = 150 juta
      4 anak perempuan masing-masing 75 juta

      Hapus
  5. Terima kasih untuk sarannya, InsyaAllah contohnya nyusul di postingan berikutnya @Anonim

    BalasHapus
  6. Bagaimana pembagiannya apabila : Ayah meninggal memiliki 2 orang istri, 3 orang anak perempuan, 1 orang anak laki-laki. Sang ayah memiliki saudara seibu 4 orang.Mohon solusinya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saudara seibu terhalang/terhijab karena alm memiliki anak.

      Sehingga yang mendapat waris hanya istri dan anak-anak alm.

      Pembagiannya 2 orang istri mendapatkan 1/8 sehingga masing2 istri mendapat 1/16.
      Sisa harta dibagi ke 4 anak dengan ketentuan anak laki-laki mendapat 2:1 dari anak perempuan.

      Harta tsb dibagi setelah dikurangi biaya pengurusan jenazah, hutang alm dan wasiat.

      Wallahu a'lam bishshawab

      Hapus
  7. Assalamualaikum, setelah membaca keterangan mengenai pembagian harta warisan diatas, sebelumnya saya mohon maaf, masih terlalu membingungkan. Contohnya; pada pembagian harta yg dapat 1/2 - item 1. seorang suami ditinggal istri yg tidak punya anak dapat 1/2 dari harta setelah dikeluarkan yg 3 pokok pertama, nah 1/2 bagiannya lagi untuk siapa?
    Begitu juga untuk item2 yg berikutnya.
    Mohon penjelasannya.
    Terima kasih, Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian yang lainnya tentu milik ahli waris lain, yang ada dalam 25 kelompok tersebut, seperti orang tua almh. sdra/sdri almh dst..

      Wallahu a'lam bishshawab

      Hapus
  8. Assalamualaikum, setelah membaca keterangan mengenai pembagian harta warisan diatas, sebelumnya saya mohon maaf, masih terlalu membingungkan. Contohnya; pada pembagian harta yg dapat 1/2 - item 1. seorang suami ditinggal istri yg tidak punya anak dapat 1/2 dari harta setelah dikeluarkan yg 3 pokok pertama, nah 1/2 bagiannya lagi untuk siapa?
    Begitu juga untuk item2 yg berikutnya.
    Mohon penjelasannya.
    Terima kasih, Wassalam

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum..
    mau tanya : ada kejadian seorang perempuan mati dengan meninggalkan seorang suami, tidak punya keturunan, saudara laki laki yang ditinggalkan 4 orang (satu diantaranya belum punya keturunan), saudara perempuan yang ditinggalkan 2 orang) bagaimana cara menghiting harta warisannya
    Wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Almh tidak memiliki anak, maka suami mendapat 1/2 dari harta almh.
      Sisanya 1/2 lagi milik saudara/i almh.
      Dimana anak laki-laki 2 mendapat 2 bagian dari anak perempuan.

      Jika harta yang siap dibagi waris 12 M:
      suami : 1/2 dari 12 M = 6 M
      Sisa untuk sdra/i almh: 6 M dibagi 10 bagian = 600 juta

      anak laki-laki 2x600 juta = 1,2 M
      anak perempuan 600 juta

      Wallahu a'lam bishshawab

      Hapus
  10. Coba lihat yg ini ...
    http://www.faroidh.webs.com/index.html

    BalasHapus
  11. Saya ingin bertanya , bagaimana kalau harta warisan ( rumah ) itu di berikan hanya ke pada anak laki2 nya saja , sedang anak perempuanx di haram kan tuk menerimax ( amanat ibu )
    Catatan: rumah ini hasil jerih payah ibu saya sendiri, bkn dari bapak saya ...bapak saya pun udah meninggal 23 thn sblm ibu saya menyusulx..dan ibu saya berpesan , ia tak rela membagi hartax ( rumah ) ke anak perempuanx , karna menurutx anak laki2 msh tanggung jawabx , sedang anak perempuan adalah tanggung jwb suamix masing2...apa yang harus saya lakukan ??? Tolong di jawab .0819-345-360-13

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amanah tersebut tidak wajib ditaati karena bertentangan dengan hukum yang sudah Allah tentukan.
      Selama anak tersebut adalah anak kandung almh dan muslim (tidak murtad) maka ia berhak atas harta waris dari ibu kandungnya.

      Wallahu a'lam bishshawab

      Hapus
  12. Assalamualaikum Wr.Wb...... Saya ingin bertanya, bagaimana pembagian harta waris ketika kedua orang tua saya meninggal kakak saya masih hidup, karena ada ssesuatu hal harta warisan itu belum dibagikan karena belum laku di jual. kakak saya meninggal, tapi dia punya anak 1 laki-laki bagaimana pembagiannya orang tua saya punya 6.....
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara menghitungnya tentunya harus dirunut dari meninggalnya orang tua (ayah dahulu, atau ibu dahulu?), kemudian jumlah anggota keluarga beserta jenis kelaminnya?

      Sayangnya pertanyaan anda kurang lengkap sehingga saya tidak bisa menduga-duga.

      Wallahu a'lam bishshawab

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. silakan lihat diagram alir hukum pembagian waris islam di : http://abfuadi.files.wordpress.com/2012/04/diagramalirhukumpembagianwarisislam-arwansyahjohan.pdf

    BalasHapus
  15. Assalammualaikum wr wb.saya ingin bertanya bagaimana bila bibi meninggal dunia.tampa suami dan anak.hanya saudara perempuan dan laki-laki.tapi pernah berucap akan memberikan smua hartanya kepada saya.karena selama ini saya yg merawatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk masalah seperti ini dapat dikatakan bahwa almarhum telah meninggalkan sebuah wasiat, namun sebagaimana wasiat sebaiknya dilakukan hitam di atas putih walaupun memang kebanyakan hanya dilakukan secara lisan, namun satu hal yang harus disadari bahwa ketika wasiat itu dilakukan, maka seluruh anggota keluarga harus hadir dan setuju dengan wasiat tersebut... meskipun ada kondisi kondisi tertentu yang mestinya terpenuhi, ... untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca artikel berikut

      Hapus
    2. http://www.islamnyamuslim.com/2014/05/memahami-wasiat-dalam-hak-waris.html

      Hapus
  16. Assalamu'alaikum wr.wb. Saya ingin menanyakan sbb: Ayah saya pd pernikahan pertama memiliki istri yg non muslim dan menghasilkan 2 anak laki2 dan 2 anak perempuan. Istri pertama dan 4 anaknya itu masih hidup sampai sekarang. Kemudian ayah saya bercerai dan menikah lagi dengan seorang janda muslim dengan 1 orang anak. Dari hasil pernikahan tersebut ayah saya memiliki 4 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan (semuanya muslim). Saat ini ayah dan ibu saya (istri yg kedua) telah meninggal dunia, Bagaimanakah pembagian harta warisnya menurut Islam? Terimakasih. Wassalamu'alaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk masalah seperti ini pembahasannya agak panjang, untuk itu silahkan baca artikel berikut sebagai bahan referensi

      http://www.islamnyamuslim.com/2014/05/sebab-sebab-tidak-mendapat-warisan.html

      http://www.islamnyamuslim.com/2014/05/contoh-kasus-pembagian-warisan.html

      Hapus
  17. Assalamualaikum ww apakah rumah hasil bersama setelah berkeluarga di atas namakan istri, kemudian istri meninggal dunia....apakah ini menjadi harta warisan atau langsung menjadi milik suaminya mohon penjelasan terima kasih

    BalasHapus
  18. Assalamu'alaikum seorang istri ditinggal oleh suaminya dengan meninggalkan seorang anak laki dan seorang anak perempuan dan masih mempunyai bapak dan ibu yang keduanya masih hidup bagaimana pembagaiannya terima kasih . ..

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum... saya mau tanya dong..
    Ada suami istri yang pada saat mereka menikah, masing" sudah menjadi janda dan duda.
    suami punya 4 anak bawaan (3perempuan dan 1 laki") , si istri punya 1 anak perempuan bawaan. mereka tidak punya anak lagi dari hasil perkawinan nya.
    suatu waktu si istri mendapatkan warisan dari orang tuanya, dah warisan itu, di belikan sebidang tanah oleh sang istri dengan sepengetahuan sang suami.
    kemudian suami meninggal duluan, setahun kemudian sang istri meninggal.
    yang jadi pertanyaan: bagaimana pembagian sebidang tanah itu? apakah langsung menjadi hak si anak istri atau harus dibagi dengan anak" dari si suami juga. mohon jawaban secepatnya. terima kasih.

    BalasHapus
  20. Assalammualaikum wrwb, Mhon penjelasannya, Ayah saya sudah meninggal, dan meninggalkan istri dengan 7 anak ( 4 laki-laki dan 3 perempuan). Semua harta rumah sudah atas nama Ibu, Sedangkan Ibu hanya bekerja sebagai Ibu rumah tangga. Tidak pernah mencari nafkah sendiri. Yang ingin saya tanyakan, kami para anak tidak berani untuk meminta harta warisan, walaupun ayah sdh meninggal 4 tahun lalu, dan Ibu juga tidak ada niat untuk membagikan warisan semua, karena mungkin ibu merasa atas namanya. yang ingin saya tanyakan, salahkah kami sebagai anak meminta warisan ? jika memang harta tersebut walaupun sudah nama Ibu, bisa di sebut sebagai warisan, bagaimana cara pembagiannnya secara islam. terima kasih. Wassalam wr.wb

    BalasHapus
  21. assalamualaikum wr wb,mohon penjelasannya, suami saya sudah meninggal, dan kami mempunyai 1 orang anak perempuan, suami saya mempunyai 1 orang kakak kandung perempuan. Bapak dan ibu suami saya juga masih ada?? bagaimana cara saya membagi harta warisan suami saya??berapa bagiankah yang harus diterima anak saya, kakak perempuannya serta kedua orang tuanya, dan apakah saya juga mempunyai hak atas harta tersebut, karena selama ini saya hanya ibu rumah tangga, jadi semua harta yang kami miliki adalah hasil dari kerja suami saya.terimakasih.wassalamualaikum wrwb.

    BalasHapus