Searching...

15 Januari 2013

Kedudukan Dan Keutamaan Shalat


Kedudukan dan keutaman shalat memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah-ibadah yang lain. Hal ini sangat jelas terlihat dalam ayat-ayat Al-Qur`an dan hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Di antaranya sebagai berikut.

1. shalat salah satu dari Rukun Islam

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar dan berkata: ‘Wahai Abu Abdurrahman, tidakkah engkau pergi berperang’, maka ia menjawab: ‘Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabdah: ‘Sesungguhnya islam itu ditegakkan di atas lima perkara: mengikrarkan syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan?” (HR. Bukharri-Musilm)

Hadis di atas menerangkan dengan jelas bahwa agama islam dibangun di atas lima pondasi. Shalat menduduki peringkat kedua setelah syahadat. Ini menunjukkan bahwa shalat memiliki kedudukan yang sangat urgen bagi seorang muslim. Bahkan, banyak ayat yang menyebutkan kata-kata shalat setelah iman. Di Al-Qur`an, kata shalat disebutkan dalam 55 ayat.
Dalam hadis lain Rasulullah bersabda, yang artinya: “Ujung dari sema urusan adalah islam, tiangnya adalah shalat, dan punggung tertinginya adalah jihad.” (HR. Tirmidzi dari Mu1az bin Jabal)

2. Sebagai pembeda antara muslim dan kafir

Seseorang dapat diketahui identitasnya-apakah ia muslim atau tidak-dilihat dari shalatnya. Jika ia melaksanakan shalat, maka merupakan jaminan bagi kita untuk mengatakan bahwa ia adalah seorang muslim. Atau sebaliknya, jika kita menemui seseorang yang beridentitas sebagai muslim-misalnya tertulis di kartu identitasnya-namun ia tidak pernah melaksanakan shalat, maka hal itu tidak dapat kita jadikan jaminan atas keislamannya.

Rasulullah saw bersabda, yang artinya: “Yang membedakan seorang laki-laki dan antara syirik serta kufur adalah ketika ia meninggalkan shalat” (HR. Muslim)

3. shalat Sebagai tiang agama

Islam hanya bisa dengan tegaknya shalat yang dilakukan oleh umatnya. Apabila umat islam telah banyak yang meninggalkan shalat, maka islam tidak akan dapat ditegakkan di muka bumi ini. Sebab, shalat adalh pembatas antara keislaman dan kekufuran. Dengan shalatlah islam dapat ditegakkan dan tanpanya islam akan runtuh.

4. Ibadah yang pertama kali dihisab

Ibadah yang akan dihisab pertama kali adalah shalat, kemudian baru diikuti dengan ibadah-ibadah yang lain, seperti: zakat, puasa, haji dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang artinya, “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia telah benar-benar selamat dan beruntung. Akan tetapi, jika shalatnya rusak, maka ia telah benar-benar merugi. Jika shalat wajibnya ada yang kurang. Maka Allah akan berkata: ‘Lihatlah apakah hambaKu ini punya shalat-shalat sunah yang dapat menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang? Kemudian amalan yang lain mengikutinya’”

5. Shalat adalah ibadah yang sangat disukai Nabi

Shalat adalah salah satu ibadah yang sangat disukai oleh Rasulullah saw. Bahkan, beliau menjadikan ibadah shalat sebagai penyejuk hati. Hal ini sebagaimana termaktub dalam hadis:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabdah
“Dicintakannya untukku wanita dan minyak wangi dari dunia kalian dan dijadikannya shalat sebagai penyejuk hatiku”

6. Shalat ialah ibada amalan terakhir yang diwasiatkan Rasulullah saw sebelum meninggal

Sebelum Rasulullah saw meninggal, tiada amalan yang benar-benar diwasiatkan beliau kepada kita sebagai umatnya untuk selalu dijaga selain shalat. Hal ini menunjukkan bahwa betapa shalat memiliki kedudukan dan pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan pribadi, kelurga, dan masyarakat muslim. Jika di suatu masyarakat shalat ditegakkan, maka masyarakat itu akan menjadi masyarakat yang baik dan kondusif.

0 komentar:

Poskan Komentar