Tradisi Pernikahan islam

Pernikahan islami memiliki tradisi tersendiri yang telah berkembang dalam masyarakat. Bagaimanakah tardisi pernikahan islami? Berikut kisah tentang tradisi Pernikahan islam pada zaman Rasulullah saw.

Berkumpulnya para ibu dan wanita untuk merias mempelai wanita, mendandaninya, menghiburnya, serta mengajarinya bertatakrama saat bertemu dengan suami sangatlah dianjurkan.

Pada hari pernikannya dengan Rasulullah, Ummul Mu`minin Aisyah ra seperti diberitakan dalam Al-Shahih menuturkan,

“Ummu Ruman, ibunda Aisyah membimbingku dan membawaku masuk ke dalam rumah. Disana, aku melihat sejumlah wanita dari kalangan Anshar sudah berkumpul menanti. Begitu melihatku mereka pun berkata, ‘Untuk kebaikan dan keberkahan, dan untuk kebaikan yang akan selalu tercurah. Ibuku lalu menyerahkanku kepada mereka. Mereka lalu membasuh kepalaku dan memandikanku”

pernikahan islam
Dalam pesta pernikahan diperbolehkan untuk menabuh rebana. Dianjurkan pula untuk mengumumkan pernikahan. Mendengarkan lagu dan pantun juga diperbolehkan. Demikian pula, dibolehkan bagi para wanita untuk menjadi pengiring mempelai wanita.


Dalam Shahih Al-Bukhari diwartakan bahawa suatu ketika Aisyah ikut mengantarkan seorang mempelai wanita ke rumah suaminya, seorang pria Anshar. Rasulullah pun bertanya, Aisyah mengapa kalian tidak mengadakan hiburan? Orang-orang Anshar itu suka hiburan”

Dalam satu riwayat lain dituturkan (bahwa Nabi Muhammad saw bersabda).

“Apakah kalian tidak membawa serta seorang jariyah untuk memainkan rebana dan berdendang?” Aisyah pun bertanya kepada beliau, “Apa yang harus ia dendangkan”

Rasulullah menjawab, “Syair yang seharusnya didendangkan yaitu:

Kami datang kepadamu, kami datang kepadamu. Lalu kami hormati kalian, kalian juga menghormati kami. Kalaulah bukan karena gandum cokelat, gadis kalian tidak menjadi gemuk.”

Dalam riwayat lain dikutipkan:

Kalauah bukan karena emas merah, lembah kalian tidak akan berpenghuni. Kalau bukan karena gandum cokelat, gadis kalian tidak akan menjadi gemuk

Pada suatu hari Rasulullah saw melihat rombongan wanita dan anak-anak sedang pergi menghadiri pernikahan. Beliau pun berdiri bersyukur seraya bersabda,

“Ya Allah, kalian adalah termasuk orang-orang yang kucintai” (Al-Bukhari)
Namun, kita harus tahu bahwa hiburan yang dilakukan harus dalam bingkai islam, dan dalam koridor nilai-nilai luhur dan tidak bertentangan dengan syariat islam dan pelanggaran etika etika moral

2 komentar:

  1. Menikah adalah salah satu nikmat dan karunia dari allah SWT. Oleh karena itu jangan lah mempermainkan komitmen pernikahan karena alasan apapun.

    BalasHapus
  2. Nice info gan, bagus kisahnya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.