Searching...

21 Mei 2013

Nasihat Pernikahan

Amr bin Hujr melamar putrid Auf bin Mulhim Asy-Syaibani, Ummu Iyas. Sang ayah, Auf bin Mulhim Asy-Syaibani, menerima lamaran dan menikahkan dengan syarat ia yang akan memberi nama bagi anak laki-laki dan menikahkan anak-anak perempuan mereka kelak. Amr bin Hujr menyanggupi seraya berkata, “Untuk anak laki-laki, kami sendiri yang akan memberi nama dengan bubuhan nama keluarga kami. Sedangkan, anak-anak kami yang perempuan, akan kami nikahkan dengan yang sepadan dengan mereka dari para raja, tetapi akan kami beri tanah di Kindah dan aku penuhi kebutuhan-kebutuhan kaumnya sehingga tidak seorang pun di antara mereka yang perlu memikirkan kebutuhannya”

Kemudian Auf bin Mulhim menerima lamarannya dan menikahkan putrinya dengan Amr bin Hujr. Setelah pernikahan dilangsungkan, ibunya mengajak bicara empat mata, seraya berkata, “Putriku, engkau berpisah dari rumah di mana engkau dibesarkan untuk berpindah ke rumah seorang laki-laki yang belum engkau kenal dengan baik dan teman hidup yang belum engkau dalami watak dan tabiatnya. Oleh Karena itu, jadilah engkau ibu rumah tangga yang baik dengan memberikan pengabdian terbaikmu agar ia memperlakukan engkau dengan baik pula dalam pengabdiaanya kepada engkau. Peliharalah untuknya sepuluh perkara untuk menjadi simpanan bagimu”

Nasihat Pernikahan


nasihat pernikahan
Pertama dan kedua, tunduk kepadanya dengan sikap puas menerima apa adanya, mendengarkan, dan taat kepadanya.

Ketiga dan keempat, memperhatikan dan mengamati tempat pandangan matanya dan penciuman hidungnya. Hendaknya pandangan matanya tidak sampai jatuh pada sesuatu yang tidak ia sukai atau mencium yang membuatnya tidak berkenan.

Kelima dan keenam, memperhatikan waktu tidurnya dan makannya sebab gangguan tidur berupa perut kosong dan dapat menjadi pemicu kemarahan.

Ketujuh dan kedelapan, menjaga harta bendanya dan memelihara keluarganya, mengelola harta bendanya dengan perhitungan sebaik-baiknya, dan mengurusi keluarganya dengan pendidikan yang baik.

Kesembilan dan kesepuluh, jangan menentang perintah apa pun dan jangan menyebarluaskan rahasia apa pun. Sebab jika rahasianya tersebar, engkau tidak akan merasa nyaman dan ia dapat mengkhianatimu. Kemudian janganlah menunjukkan rasa gembira di hadapannya jika ia sedang dirundung kesedihan dan jangan pula menunjukkan kesedihan jika ia sedang gembira.”

Pasangan Amr bin Hujr dan Ummu Iyas ini kemudian dikaruniai Al-Harits bin Amr, kakek Umru`ul Qais sang penyair.

0 komentar:

Poskan Komentar