Searching...

07 Juni 2013

Ciri-ciri Orang Beriman

Orang yang beriman kepada Allah swt memiliki ciri ciri tersendiri. Sama halnya dengan rusa yang diburu tanduknya, gajah yang diincar gadingnya serta badak yang diambil culanya. Tanpa tanda tersebut, maka hilanglah keindahan yang dimiliki oleh binatang tersebut.

Begitu pula dengan manusia yang beriman. Dalam Al-Qur an dijelaskan tanda-tanda orang yang beriman’

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman [594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

Ciri-ciri Orang Beriman


ciri ciri beriman
Dalam ayat di atas dikatakan bahwa ciri orang yang beriman ialah, pertama bergetar hatinya, apabila disebut nama Allah. Bagaimana hati manusia bisa bergetar saat disebut nama Allah? Dalam hidup Allah hanya memberikan satu hati kepada manusia. Di hati itu terkumpul sejuta rasa. Apa yang mengambil tempat tersebr di hati manusia, maka itulah yang membuat hati kita bergetar kepada hal tersebut.

Jadi pabila hati sebagian besar diisi dengan harta, atau diisi dengan kekuasaan dan jabatan, maka itulah yang akan membuat hati bergetar, sementara orang yang beriman sebagian besar hatinya diisi oleh Allah, sehingga pabila disebut nama Allah, maka bergetarlah hatinya.

Realita yang terjadi adalah, manusia terkadang mengetahui kesalahan yang diperbuatnya dan cenderung merasa takut perbuatannya diketahui oleh sesama manusia sendiri ketimbang diketahui oleh Allah swt.

Pejabat yang melakukan korupsi lebih takut akan hukuman yang akan ia timpa ketika di dunia dibandingkan hukuman yang akan ia timpa di akhiran kelak. Hal ini dikarenakan hati manusia tidak terpengaruh atau tidak tergugah jika nama Allah disebutkan kepadanya. Mereka berpikiran jika Allah tahu mereja melakukan korupsi Allah tidak ribut, sedangkan jika manusia yang mengetahuinya, maka gegernya minta ampun. Beginilah jadinya jika sebagian besar hati hanya diisi dengan harta dan kekusaan.

Yang kedua ciri orang yang beriman ialah, apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah, maka bertambah keimanannya. Ayat seperti apa yang dimaksud? Ada dua ayat yang dimaksud, yaitu ayat yang diucapkan oleh Allah dan ayat yang diciptakan Allah melalui alam. Jika ayat ini dibacakan kepadanya, maka bertambahlah keimanannya.

Laut yang membentang luas dengan ombak yang bergulung-gulung begitu indah dipandang mata, jikalau laut itu begitu indah, begitu luas, maka bagaimana dengan yang menciptakan laut? Kita tidak mengagumi laut melainkan mengagumi yang menciptakan laut.

Manusia sering khatam Al-Qur an membaca ayat-ayat yang diucapkan Allah, namun pernakah kita membaca ayat-ayat yang terdapat pada alam ciptaan Allah?

Bumi ini ayat Allah begitu pula dengan bulan dan matahari,  itu semua ialah tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.

Yang ketiga, ciri-ciri orang beriman ialah dia berserah diri hanya kepada Allah, berserah diri artinya ialah menyerahkan hasil usahanya kepada Allah, bukan menyerahkan diri, pasrah terhadap apa saja hasil usahanya kepada Allah. Tawakkal ialah berserah diri setelah semua yang kita lakukan sudah maksimal. Kita sudah berusaha sebaik mungkin, mengenai hasil berdoalah kepada Allah.

Yang keempat, ciri-ciri orang yang beriman ialah ia mendirikan shalat. Mendirikan shalat maksudnya melakukan shalat dengan syarat dan rukunnya kemudian mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi dari shalat yang dimaksudkan ialah dengan sikap dan perbuatan. Manusia akan dipertanyakan shalatnya jika dalam hidup hanya bisa mencuri harta orang lain. Seusai shalat sifat tamaknya jalan lagi. Bukan shalat seperti ini yang dimaksud. Shalat tidak semata-mata menyembah Allah tanpa ada maksud lain dari hal tersebut. Dirikanlah shalat sehingga shalat itu dapat membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Yang kelima, orang yang beriman ialah orang yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah. Harta dan segalanya yang kita miliki sesungghunya bukan milik kita sebenarnya. Namun, bagi manusia yang beriman harta bisa menjadi milik manusia seutuhnya yaitu dengan menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Harta yang ada di bank, uang yang ada di dompet hanya bersifat sementara, besok-besok pindah lagi ke tangan orang lain, namun harta yang kita belanjakan ke jalan Allah, maka itulah harta kita yang sebenarnya. Mari kita renungkan bersama, berapa banyakkah kekayaan kita yang sesungguhnya?

Semoga bermanfaat…

3 komentar:

  1. Assalamualaikum...
    boleh tanya yh gan, apabila orang islam yang ditemui 1 ciri saja dalam dirinya semisal hanya mengerjakan shalat apakah ia bisa dikatakan orang beriman???

    BalasHapus
  2. shalat bukanlah satu satunya hal yang menandakan keimanan seseorang, meskipun bisa dikatakan demikian. shalat ialah pembeda bagi mereka yang muslim dan non muslim @Anonim

    BalasHapus
  3. Assalamulaikum Wr.Wb ...
    Mw tax, gimna sich kLu org yng belm khatam smpai dewasa apakah hrus dituntun atw kah bsa mengkhatamKan sendri tanpa di tuntun

    BalasHapus