Searching...

19 Juli 2013

Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat

Berjabat tangan adalah suatu hal yang disunnahkan dalam ajaran islam. Rasulullah saw senantiasa menjabat tangan para sahabatnya ketika bertemu dengan Anas r.a dan Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

“Qatadah berkata, ‘Aku bertanya kepada Anda bin Malik, Apakah bersalaman itu terbiasa ada pada para sahabat Nabi saw? Anas menjawab “ya” (HR Bukhari dan Turmudzi)

Dengan berjabat sesungguhnya dapat menyingkirkan kedengkian, dendam dan kebencian. Rasulullah saw bersabda,

“Berjabat tanganlah kamu niscaya kedengkian akan hilang, dan saling memberi hadiahlah kamu niscaya akan saling mencintai dan hilanglah sifat kedengkian” (HR Imam Malik)

Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat


jabat tangan
Hadis hadis tersebut menunjukan kebaikan dan keutamaan berjabat tangan. Akan tetapi, apakah ada tuntunan Rasulullah saw tentang berjabat tangan ketika selesai salat?

Jika ditelusuri pada litaratur atau kitab-kitab hadis dan fiqih, belum ditemukan hadis yang menjelaskan tentang berjabat tangan setelah selesai salat. Rasulullah hanya memerintahkan jika selesai shalat agar berzikir dan berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas:

“Nabi saw, setiap kali selesai melakukan salat wajib senantiasa mengucapkan, “Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah semata, tiada yang menyekutukan-Nya, hanya bagi-Nyalah kerajaan, hanya bagi-Nyalah segala puja dan puji dan Dia mampu melakukan segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu menghalangi apa yang Engkau berikan dan tiada yang dapat memberikan apa yang Enkau halangi, dan tiada bermanfaat kekayaan di dunia bagi pemiliknya dari azab-Mu” (HR Bukhari dan Muslim)

Jadi, berdasarkan hadis di atas bahwa yang diperintahkan setelah salat adalah berzikir dan berdoa, bukan berjabat tangan.

Oleh karena itu, berjabat tangan setelah salat tidak ada tuntutannya. Jika ingin berjabat tangan karena adanya keutamaan yang besar, dapat dilaksanakan setelah selesai berzikir dan berdoa.

Semoga bermanfaat…

0 komentar:

Poskan Komentar