Searching...

09 Juli 2013

Puasa yang Diharamkan dalam Ajaran Islam

Berpuasa dalam islam memiliki hukum tersendiri, di antaranya ada yang diwajibkan disunatkan dan ada juga yang diharamkan untuk berpuasa. Berikut termasuk puasa yang diharamkan dalam ajaran islam

Pertama, Puasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha

Diharamkannya berpuasa pada hari raya ini diterangkan dalam hadis berikut,

“Dan Abi Sa`id al Khudry bahwasanya Rasulullah melarang berpuasa pada dua hari raya, yaitu hari idul fitri dan hari idul adha” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa yang Diharamkan dalam Ajaran Islam


Kedua, diharamkan berpuasa pada hari-hari Tasyrik

puasa yang diharamkan
Adapun yang dimaksud dengan hari-hari tasyrik ialah tanggal 11, 12, dan 13 bulan zulhijjah. Rasulullah bersabdah,

“Hari-hari tasyrik itu adalah hari-hari makan minum dan berdzikir kepada Allah” (HR. Muttafaqun Alaih)


Ketika, diharamkan puasa terus menerus selama setahun atau lebih

Orang yang melakukan puasa terus menerus tanpa berbuka tidak dipandang sebagai kebajikan, dan puasa seperti itu diharamkan. Rasalullah mengatakan bahwa puasa seperti sama saja dengan tidak berpuasa. Rasulullah bersabda,

“Tidak termasuk puasa orang-orang yang berpuasa selama-lamanya (terus menerus)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, diharamkan bagi seorang wanita berpuasa Sunat tanpa ada izin dari suaminya

Bagi wanita yang bersuami, melayani suami adalah kewajiban yang harus diutamakan. Oleh karena itu, jika hendak melakukan puasa sunat dan suaminya berada di rumah, ia harus meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu. Rasulullah bersabda,

“Tidak halal (haram) bagi wanita berpuasa padahal suaminya ada bersamanya, kecuali atas izinnya”(HR. Bukhari dan Muslim)

Kelima, diharamkan puasa yang mengakibatkan bahaya bagi yang melakukannya

Ajaran islam telah memberikan keringanan bagi orang yang dalam keadaan yuthiqun untuk meninggalkan puasa wajib. Untuk itu ia berkewajiban mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Bagi orang yang fasik dan kesehatannya tidak memungkinkan untuk berpuasa, atau puasanya itu akan mengakibatkan kemudharatan bagi dirinya, maka diharamkan baginya memaksakan diri berpuasa.

Semoga bermanfaat...

0 komentar:

Poskan Komentar